Selasa, 04 Oktober 2011

karya tulis ilmiah



PEMANFAATAN POTENSI  TERUMBU KARANG SEBAGAI OBJEK PARIWISATA DAN OBAT-OBATAN

OLEH :
SHERLY OCTAVIANI





PEMERINTAH KOTA PALEMBANG
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA





SMA NEGERI 13 PALEMBANG
Jl. Adi Sucipto No. 2803 Bandara SMB II
Telp. 410079  Palembang 30154





KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Pemanfaatan Potensi Budidaya Terumbu Karang” ini. Shalawat dan salam tak lupa dihaturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Terima kasih saya ucapkan kepada Ibu Arindra yang telah membimbing saya dalam menyusun karya tulis ini.
            Karya tulis ini disusun untuk membahas mengenai potensi budidaya terumbu karang dan masalah yang menyertainya serta solusi bagaimana seharusnya mengatasi masalah itu agar budidaya Terumbu karang dapat menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pertumbuhan sector ekonomi dan Pariwisata
            Saya menyadari karya tulis ini masih banyak kekurangan, untuk itu sangat diharapkan kritik dan saran untuk perbaikan karya tulis ini di masa mendatang.


Palembang, 26 November 2010



Sherly Octaviani

















DAFTAR ISI

Halaman Judul...............................................................................................    i

Kata Pengantar..............................................................................................    ii   

Daftar Isi........................................................................................................    iii       

Abstrak..........................................................................................................    1       

Pendahuluan :
  1. Latar Belakang...................................................................................    1        
  2. Rumusan Masalah..............................................................................    2
  3. Tujuan Penelitian...............................................................................    3         
  4. Manfaat Penelitian.............................................................................    3        

Kerangka teori...............................................................................................    3         

Metodelogi Penelitian....................................................................................    4

Hasil dan Pembahasan :
             I.      Tentang Terumbu Karang..................................................................    4
          II.      Potensi Terumbu Karang Di Nusantara.............................................    5
       III.      Kondisi Terumbu Karang Indonesia..................................................    8

Kesimpulan Dan Saran..................................................................................    11       

Daftar Pustaka...............................................................................................    12

Lampiran........................................................................................................    13

    
















ABSTRAK

             Terumbu karang merupakan bangunan ribuan karang yang menjadi tempat hidup berbagai ikan dan makhluk laut lainnya. Bayangkanlah kalau terumbu karang tidak ada ataupun rusak maka berbagai ikan dan makhluk laut lainnya pun terancam punah.,oleh karena itu terumbu karang harus kita lestarikan sejak sekarang karena terumbu karang mempunyai potensi yang sangat besar untuk dijadikan sebagai objek wisata bahari yang dapat menarik minat para wisatawan mancanegara ataupun domestic untuk menyelam melihat keindahan terumbu karang dan beragam makhluk laut lainnya. agar potensi ini dapat berjalan dengan baik perlu dilakukannya pembenahan ataupun cara-cara  membudidayakan terumbu karang agar tidak terancam punah sehingga dapat terus meningkatkan pertumbuhan sector ekonomi Negara. Makalah ini membahas mengenai terumbu karang secara umum, seperti potensi yang dapat dimanfaatkan dari terumbu karang, cara membudidayakannya, kondisi terumbu karang, dan upaya penanggulangan terumbu karang agar tidak punah. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi bagi kita semua, sehingga kita dapat terus memanfaatkan potensi kelautan kita ini demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia sebagai negara bahari terbesar di dunia yang memiliki potensi ekonomi pembangunan kelautan yang sangat besar dan beragam. Dengan mendengar fakta ini muncul harapan agar pendayagunaan dan pemanfaatan seluruh potensi kekayaan yang ada di laut dapat menjadi penopang pembangunan ekonomi nasional di masa depan. Momentum peringatan puncak Hari Nusantara pada tanggal 9 Desember 2010 nanti menjadi titik tolak Indonesia menuju negara yang diakui dunia akan kekayaan sumber daya kelautan dan kebesaran maritimnya oleh masyarakat dunia melalui kebijakan kelautan yang tepat, terarah dan mencapai sasaran.
Keunikan dan keindahan serta keanekaragaman kehidupan di bawah laut dari kepulauan Indonesia  yang membentang luas di cakrawala khatulistiwa masih banyak menyimpan misteri dan tantangan terhadap potensinya.
Salah satu dari potensi tersebut atau sumber daya hayati yang tak ternilai harganya dari segi ekonomi atau ekologinya adalah sumber daya terumbu karang, apabila sumber daya terumbu karang ini dikaitkan dengan pengembangan wisata bahari tentu mempunyai potensi yang sangat besar. Karena keberadaan terumbu karang tersebut sangat penting dalam pengembangan berbagai sector termasuk sector pariwisata.
Pengembangan pariwisata bahari memiliki kelebihan diyakini dapat mempunyai efek berganda (mutiplier effect) yang dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mendatangkan devisa bagi negara, dan dapat mendorong konservasi lingkungan.
Jika kita telusuri bersama, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh melalui biota laut yang satu ini, diantaranya Seperti yang kita ketahui bersama, keindahan terumbu karang maupun hewan laut yang lainnya seperti, aneka ragam ikan, kuda laut dan siput laut, yang dapat menghadirkan decak kagum bagi yang melihatnya, membuat terumbu karang menjadi salah satu objek wisata yang menjanjikan yang akan menarik para wisatawan pada kegiatan diving, glass bottom boat, snorkeling dan personal favorite, karena variasi terumbu karang yang berwarna-warni dan bentuk yang memikat merupakan atraksi sendiri bagi wisatawan asing maupun domestic.
Bukan hanya itu terumbu karang mengandung bahan-bahan kimia yang berpotensi sebagai obat bagi manusia
Selain itu  kini manfaat yang dihadirkan terumbu karang terancam punah karena kondisi ekosistem terumbu karang Indonesia berada dalam tahap yang mengkhawatirkan. Maka dari itu selain kita memanfaatkan potensinya kita juga harus melestarikan dan membudidayakan terumbu karang ini agar kita dapat menjadikan terumbu karang ini sebagai objek wisata bawah laut yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat menuju Negara bahari.

1.2. Rumusan masalah.
  1. Potensi apa sajakah yang dapat dimanfaatkan dari terumbu karang ?
  2. Bagaimana kondisi terumbu karang di indonesia ?
  3. Bagaimana cara melestarikan terumbu karang  dan cara membudidayakannya ?
  4. Bagaimana upaya-upaya menjadikan terumbu karang sebagai objek wisata bawah laut?
  5. di indonesia wilayah manakah yang memiliki potensi terumbu karang yang sangat besar sebagai objek wisata ?
           
1.3. Tujuan
Berdasarkan latar belakang diatas, maka tulisan ini bertujuan untuk memberikan sejumlah pengetahuan mengenai pengembangan potensi sekaligus memberikan gambaran tentang terumbu karang sebagai objek wisata dan beberapa pemanfaatan yang lain untuk pertumbuhan sektor ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Diharapkan dengan adanya penjelasan mengenai terumbu karang ini kita dapat menyadari bahwa laut kita memiliki potensi yang sangat besar dan ikut berpartisipasi dalam pertumbuhan sector ekonomi Negara.

1.4. Manfaat.
Penulisan ini kiranya dapat bermanfaat dan memberikan informasi tentang pemanfaatan potensi ekosistem terumbu karang sebagai objek wisata.dan beberapa pemanfaatan yang lainnya.

II. Kerangka teori
Seperti yang dikatakan Yoeti (2008) dalam Ardhyani (2009), Pariwisata memiliki beberapa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang antara lain berupa:
1. Menciptakan kesempatan berusaha
2. Dapat menciptakan kesempatan kerja (employment)
3. Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui efek pengganda (multiplier effect)
4. Meningkatkan penerimaan pajak pemerintah dan retribusi daerah
5. Meningkatkan pendapatan nasional atau Gross Domestic Product (GDP)
6. Mendorong peningkatan investasi dari sektor industri pariwisata dan sektor ekonomi terkait lainnya
7. Memperkuat neraca pembayaran


III. Metodelogi penelitian.
Karya tulis ini disusun berdasarkan data data dan informasi sekunder yang didapat dari berbagai sumber seperti artikel dan sumber informasi dari berbagai media internet

IV. Hasil dan Pembahasan.
I. Tentang Terumbu karang
Terumbu karang merupakan sekumpulan hewan karang yang saling bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga. Kumpulan karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut polip, polip ini kemudian berkembang hingga jutaan dan terbentuklah struktur dasar dari terumbu karang. Di perairan indonesia yang notabene merupakan perairan tropis, karang dapat tumbuh subur karena suhu perairannya berkisar antara 21 – 29 derajat celcius, sementara bila di perairan yang suhunya lebih rendah pertumbuhan karang akan lebih lambat. Selain di perairan tropis, karang pun dapat tumbuh subur di perairan subtropis contohnya di jepang selatan dan florida amerika.( blogdetik.com,2010)
            Terumbu karang termasuk ekosistem yang paling tua di bumi ini. Tahap pertama evolusi terumbu karang terjadi kira-kira 500 juta tahun yang lalu. Terumbu karang modern ada sejak lebih dari 50 juta tahun yang lalu. Waktu yang dibutuhkan terumbu karang untuk tumbuh adalah antara 5000 sampai 10.000 tahun . Jadi terumbu yang kita lihat sekarang ini telah berumur lebih dari 10.000!
Hal-hal apa saja yang dapat merusak Terumbu Karang?


Terumbu karang adalah ekosistem yang rentan dan mudah rusak. Terumbu karang dapat rusak oleh beberapa proses antara lain: pengendapan, pencemaran, penagkapan ikan yang merusak, sampah, gempa, bintang laut pemangsa karang yang disebut bulu seribu



II. Potensi Terumbu karang di Nusantara
Sebagai negara maritim, indonesia memiliki kekayaan biota laut yang sangat beragam. salah satu kekayaan biota laut yang terdapat di indonesia adalah terumbu karang. Bahkan indonesia merupakan negara yang memiliki terumbu karang terkaya di dunia. Sekitar 85.200 km2 atau 18% dari seluruh terumbu karang di dunia yang jumlahnya 284.300 km2 berada di hamparan dalam samudra di indonesia. Negara kita ini memiliki 93 ribu km2 wilayah periran yang di dalamnya terdapat 4000 jenis hewan laut (ikan dan udang-udangan), 600 jenis batu karang, dan 2500 jenis moluska. Kita sebagai warga negara indonesia patut berbangga karena indonesia juga termasuk wilayah Coral triangel atau segitiga karang dunia yang menjadi pusat ekosistem keragaman laut di dunia. Raja ampat, papua barat merupakan kawasan penyumbang terumbu karang terbesar di indonesia dan sekaligus menjadi kepulawan dengan jenis terumbu karang terbanyak di dunia, yang memiliki hampir 500 lebih jenis karang dan 100 spesies ikan laut. Selain itu masih ada wilayah yang memiliki jenis terumbu karang yang banyak antara lain, Kepulawan derawan, kalimantan timur; Kep.wakatobi, Sultra; nusa penida,bali; yang masing-masing memiliki kekayaan terumbu karang yang tidak kalah bagus: (http://netsains.com/2008/10/). Sayangnya, keberadaan terumbu karang di dunia khususnya di indonesia mulai terancam. Di indonesia saja persentase perusakan terumbu karang tiap tahunnya menunjukan kenaikan yang signifikan, dalam kurun waktu 4 tahun (2004-2008) 34% terumbu karang di indonesia berkondisi sangat buruk, dan ironisnya hanya 3 % terumbu karang yang dalam keadaan sangat baik.( blog detik.com,2010 )
Potensi yang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi ialah terumbu karang sebagai objek wisata bahari. Karena Pengembangan pariwisata bahari ini memiliki kelebihan diyakini dapat mempunyai efek berganda (mutiplier effect) yang dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mendatangkan devisa bagi negara, dan dapat mendorong konservasi lingkungan. Dan bersyukurkah, Indonesia dianugerahi kawasan terumbu karang yang paling spektakuler, diakui oleh kalangan mana pun di dunia. Inilah peluang yang sangat besar untuk dimanfatkan seperti yang telah dijelaskan bahwa terumbu karang Indonesia telah diakui oleh Dunia sehingga dapat meningkatkan pendapatan Negara dari sector ekonomi. Maka, semua penggemar selam atau snorkeling pasti tahu, setidaknya pernah mendengar, eksotisnya isi bawah laut Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara. Atau di kawasan Pulau Derawan dan Sangalaki di Kalimantan Timur, Takabonerate di Sulawesi Selatan, kawasan Raja Ampat di Papua, perairan Pulau Komodo, hingga yang cukup dekat seperti di Kepulauan Seribu, Jakarta.seharusnya dengan melihat bahwa Indonesia memiliki pulau-pulau indonesia yang sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata. Maka kita harus ikut berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan terumbu karang agar tetap dalam kondisi yang baik. Sehingga membuat para wisatawan tertarik untuk menyelam di laut kita.
Sebagai contoh grafik pengunjung wisatawan yang mengunjungi laut Bangka yang mengalami peningkatan:
Grafik 3. Wisatawan Asing di Indonesia



                                                                                                         
Sumber: Kementrian Budaya dan Pariwisata Indonesia, diolah
Wisata bahari yang menjadi wisata minat khusus, memang sangat berkembang pesat saat ini mengingat tingginya para wisatawan yang datang untuk menikmatinya dan memberikan keuntungan bagi Pemerintah.
Grafik 3. Wisatawan Asing di Indonesia



Sumber: Kementrian Budaya dan Pariwisata Indonesia, diolaH
Contoh lain laut Indonesia yang mempunyai potensi terumbu karangnya yaitu, Bunaken juga sebagai tempat menyelam terkenal dari 10 tempat penyelaman tersohor yang ada di dunia. Memiliki 20 titik untuk menyelam serta kedalaman yang bervariasi hingga mencapai kedalaman 1.344 meter.
Taman Laut Bunaken termasuk di antara 10 tempat penyelaman terpopuler di dunia. Disekitar Pulau Bunaken terdapat 12 titik penyelaman. Titik inilah yang sering dikunjungi wisatawan asing menjadi tempat paling asyik untuk menyelam dengan keindahan bawah lautnya, karena terdapat penurunan dinding karang yang terjal dan menjadi tempat makanan para ikan-ikan, goa-goa serta lekukan-lekukan yang sangat menakjubkan.apalagi dengan adanya candi dibawah laut yang sempat menarik simpati masyarakat dunia untuk mengunjungi laut Indonesia  Melihat kenyataan ini kita harap pemerintah dapat memperhatikan dan mengembangkan objek wisata bawah laut yang ada di Indonesia.dan menyediakan alat dan fasilitas untuk menyelam (www.explore.indo.com 2010 ). apabila objek ini dikelola secara baik maka tak menutup kemungkinan Indonesia akan menghasilkan pendapatan yang cukup meningkat.
Upaya agar Indonesia tetap dijuluki sebagai Negara bahari yang mempunyai terumbu karang yang beraneka ragam, ialah dengan mempromosikan dari dalam maupun luar negeri, bahwa laut Indonesia mempunyai keindahan terumbu karang yang sangat eksotis(madhusin. Multiply.com)
            Selain nilai ekonominya, terumbu karang merupakan laboratorium alam yang sangat unik untuk berbagai penelitian yang dapat mengungkapkan penemuan yang berguna bagi kehidupan manusia.
Terumbu karang juga dipercaya memiliki bahan-bahan kimia yang dapat digunakan sebagai obat-obatan. Banyak sekali penelitian dan percobaan untuk mengetahui manfaat apa saja yang dapat dimaksimalkan dari terumbu karang dalam bidang kesehatan. Sekarang juga sedang dikembangkan obat-obatan dari organisme yang hidup di koral. Obat-obatan yang sedang dikembangkan adalah obat untuk kanker. Terumbu karang mengandung kalsium karbonat yang berguna untukpengobatan tulang rapuh.Bahan-bahan alami dari organisme laut dapat menjadi salah satu sumber obat-obatan di dunia farmasi. Obat-obatan yang ada saat ini, mulai dari aspirin hingga penurun kolesterol, diracik dari tetumbuhan atau bakteri.
Produk farmasi kelautan memiliki ikatan yang kuat dalam karakteristik metabolisme lemak dan protein. Hal ini jauh berbeda dengan karakteristik yang didapat para ahli dari tetumbuhan dan hewan darat. Organisme laut berevolusi dengan kondisi yang jauh berbeda sehingga cara mereka memproduksi enzim dan protein pun berbeda pula. Secara kimia, enzim dan protein tersebut memiliki karakteristik yang masih perlu didalami secara analitis.( Anton Timur Jaelani.2008 ).
III. Kondisi Terumbu Karang Indonesia
Namun bagaimanakah kondisi terumbu karang kita saat ini ?? Kondisi terumbu karang di Indonesia sangatlah memprihatinkan ini dikarenakan karena proses kehidupan yang memerlukan waktu yang sangat lama untuk tumbuh berkembang dan membentuk seperti kondisi saat ini.bayangkan saja untuk membuat terumbu karang yang setinggi 1 cm saja membutuhkan waktu 1 tahun. Maka selama 100 tahun terumbu karang hanya tumbuh 100 cm saja. Jika karang yang  tingginya 5 meter dirusak, diperlukan waktu 500 tahun lagi agar kembali seperti semula. Bayangkan betapa ironinya kenyataan ini maka dengan kita melihat fakta ini adakah terbesit dalam pikiran kita untuk berupaya melestarikan aset Negara yang dapat memberikan manfaat bagi manusia dan beranekaragam makhluk hidup laut  yang berkembang biak di terumbu karang ini.
Melihat kondisi ini tentu berbagai upaya untuk membudidayakan terumbu karang telah dilakukan salah satunya yaitu metode pembuatan karang di teluk pemuteran yang telah berhasil menarik simpati dunia. Masyarakat di Desa Teluk Pemuteran, Buleleng, Bali kini boleh berbangga. Pasalnya, metode pembuatan terumbu karang yang ada di perairan sepanjang Desa Teluk Pemuteran tersebut kini mendapat perhatian dan sekaligus akan dikembangkan dunia. Tempat ini kini menjadi salah satu daya tarik wisata bahari di Bali yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman). Bahkan beberapa waktu lalu, sejumlah Menteri Pariwisata ASEAN, Cina, Jepang dan Korea berkunjung ke Desa Teluk Pemuteran ini.Perairan di Teluk Pemuteran ini memiliki spesies ikan terkaya di dunia. Berkat adanya upaya pelestarian terumbu karang, Desa Teluk Pemuteran kini menjadi lokasi wisata bahari yang banyak mengundang minat wisman untuk melakukan diving dan snorkeling. ( sinar harapan 2010 ).
Padahal dulunya Kondisi terumbu karang di perairan Teluk Pemuteran ini dahulu cukup memprihatinkan. Hal ini disebabkan banyak warga setempat yang mencari ikan dengan cara pengeboman dan dinamit, sehingga merusak terumbu karang yang ada. Padahal daerah ini mempunyai potensi yang cukup bagus bagi pengembangan wisata bahari. Semoga dengan adanya contoh ini kita dapat mengembangkan potensi laut-laut yang ada di Indonesia sebagai objek wisata bahari yang tidak kalah indahnya  dengan teluk pemuteran ini seperti taman laut bunaken, pulau abang dan laut lainnya yang berpotensi besar terhadap keindahan  bawah lautnya.. Dan mempraktekan pembuatan karang ini di berbagai wilayah laut di Indonesia dalam mencegah terjadinya kepunahan terumbu karang ini.Inipun diperkuat dengan adanya penjelasan bahwa Indonesia memiliki terumbu karang terluas didunia (60.000 km2), tetapi hanya tinggal sedikit saja (6,20%) dalam kondisi yang masih sangat bagus.
Selain itu dalam membudidayakan terumbu karang ada kiat-kiat khusus yaitu teknik transpalansi terumbu karang yang prosesnya sangat lah mudah. Dari teknik ini menunjukkan keberhasilan dalam potensi ekspor ke luar negeri. Terumbu karang yang diekspor ini merupakan hasil budidaya dan bukan merupakan pengambilan langsung dari alam
Salah satu perusahaan yang masuk dalam bisnis terumbu karang adalah PT
Pura Barutama. Perusahaan itu merealisasikan proyek pengembangan
budidaya koral (karang) dan tiram raksasa dengan nilai investasi Rp
9,5 miliar di Pulau Sambangan, Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara
sejak 2003. Usaha ini dimaksudkan untuk memanfaatkan potensi kekayaan
kelautan sebagai komoditas ekspor.
Proyek budidaya karang tersebut dikembangkan di Pulau Sambangan seluas
10 hektare secara bertahap dengan menelan biaya investasi Rp 9,5
miliar. Proyek budidaya karang tersebut diproduksi untuk memenuhi
kebutuhan pasar ekspor di negara Eropa, sekaligus sebagai upaya ikut
melestarikan alam dan memperbaiki kerusakan terumbu karang di wilayah
perairan Karimunjawa. Koral dan kerang raksasa mempunyai prospek
pemasaran yang cerah sebagai komoditas ekspor, meski tidak mudah untuk
melakukan kegiatan budidaya hasil kelautan itu. Tahap awal Pura
Barutama akan mengekspor berbagai jenis karang sebanyak 15.000 karang
per tahun. Kegiatan budidaya ini tentunya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan rakyat.( majalah demersal )
berikut upaya dalam menjaga kelestarian terumbu karang agar tetap lestari : 
  • Jangan menyentuh, berdiri di atas karang, atau mengumpulkan karang ketika sedang bermain di laut atau snorkeling

  • Jika anda adalah seorang penyelam, perhatikan gerakan fin, tabung, dan alat selam lainnya, jangan sampai membentur karang

  • Bergabunglah dengan badan pelestarian lingkungan laut. ( www.terangi.or.id 2010)
Sebagai contoh perairan Taman Nasional Bunaken yang menyimpan keindahan 13 genera karang hidup yang didominasi oleh jenis terumbu karang tepi dan terumbu karang penghalang. Yang paling menarik adalah tebing karang vertikal sampai sejauh 25-50 meter ini. Tentunya sudah berhasil membuat para wisatawan terpesona akan keindahannya.(www.dephut,go.id )




V. SIMPULAN DAN SARAN.
KESIMPULAN :
Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar. Contohnya terumbu karang yang dapat memberikan pendapatan di sector pertumbuhan ekonomi. Terumbu karang merupakan aset Negara yang tak ternilai harganya. Tinggal bagaimana cara kita untuk mengembangkan ataupun mengelola potensi terumbu karang ini agar menjadi suatu yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Negara. Terumbu karang di Indonesia ini memiliki ribuan macam jenis yang tersebar di pulau-pulau Indonesia.
Dengan adanya peluang ini kita juga berharap pemerintah dan masyarakat ikut berpartisipasi untuk tetap menjaga kelestariannya dengan cara seperti membudidayakannya, dan beberapa cara yang dapat menyelamatkan terumbu karang ini dari ancaman kepunahan sehingga kitapun bisa tetap mengembangkan terumbu karang ini menjadi objek wisata bawah laut dan menunjukkan bahwa Negara Indonesia adalah Negara bahari.
SARAN :
1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara membudidayakan terumbu karang buatan dengan cara transpalansi sehingga dapat menghasilkan terumbu karang yang memiliki keindahan dan kualitas yang sama dengan terumbu karang yang asli.
2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi terumbu karang yang bisa dijadikan sebagi obat-obatan untuk kesehatan.
3. Perlunya Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya terumbu karang sangat penting mulai dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan sampai pada tahap evaluasi dari suatu cara pengeloaan agar hasil yang dicapai pun sesuai yang diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Penjelasan tentang Terumbu Karang ( www.blogdetik.com,2010)
  2. Potensi Terumbu Karang di Indonesia (www. blogdetik.com,2010)
  3. Pusat terumbu karang dunia (http://netsains.com/2008/10/indonesia-pusat-terumbu-karang-dunia/)
  4. Grafik Wisatawan Asing di Indonesia, Sumber: Kementrian Budaya dan Pariwisata Indonesia
  5. Potensi Taman Laut Bunaken (www.explore.indo.com 2010 ).
  6. Upaya Mempromosikan Objek Wisata Bahari (Madhusin.www.Multiply.com)
7.      Potensi Terumbu Karang sebagai obat-obatan ( Anton Timur Jaelani.2008 ).
  1. Metode Pembuatan Karang di Teluk Pemuteran  ( sinar harapan 2010 ).
  2. Proyek Budidaya Karang sebagai Ekspor Negara (majalah demersal )
  3. Upaya dalam menjaga kelestarian terumbu karang agar tetap lestari (www.terangi.or.id 2010)
  4. Perairan Taman Nasional Bunaken yang menyimpan keindahan 13 genera karang hidup (www.dephut,go.id )
  5. Transpalansi terumbu karang di Sanur Bali Gerakan Masyarakat Cinta Biota (pandekomang.wordpress.com)
  6. Kerusakan parah yang terjadi di Indonesia (alamendah, www.wordpress.com)
  7. Patung yang sudah ditumbuhi karang (www.divephotoguide.com)
  8. Keindahan ekosistem terumbu karang dilaut pangkalpinang (www.ubb.ac.id)
  9. Seorang penyelam sedang melihat candi yang berada di bawah laut (www.divephotoguide.com)






Lampiran.



                                                                                                                                               






Transpalansi terumbu karang di Sanur Bali
Gerakan Masyarakat Cinta Biota
(pandekomang.wordpress.com)

Kerusakan parah yang terjadi di Indonesia
(alamendah wordpress.com)

                                                                                                                                               










Di depan gapura tinggi, tampak dua patung yang sudah ditumbuhi karang
(www.divephotoguide.com)
keindahan ekosistem terumbu karang di
 laut pangkalpinang (ubb.ac.id)













Seorang penyelam sedang melihat candi yang berada di bawah laut







 




ii
 




iii
 
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar